PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) PENANGANAN COVID-19

A. Warga Sekolah dan Tamu yang memasuki lingkungan sekolah

1. Memasuki lingkungan sekolah

A. Berjalan kaki :

  1.  Masuk melalui pintu masuk yang telah ditentukan;
  2. Selalu memakai masker dengan benar;
  3. Berhenti di depan pos pemeriksaan;
  4. Melalui screening awal pengukuran suhu tubuh (bagian kepala) dengan menggunakan Thermo Gun/Thermal Scanner ketika memasuki gerbang yang akan dilakukan oleh petugas keamanan. Bila hasil pengukuran lebih atau sama dengan 37,5o Celcius dan dalam jangka waktu 5 menit pengukuran kedua kali masih sama maka tidak diperbolehkan masuk;
  5. Melalui bilik disinsfeksi (disinsfection chamber);
  6. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan dibilas air mengalir pada tempat cuci tangan yang telah disediakan. Jika tidak ada tempat mencuci tangan, tangan bisa dibersihkan dengan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol; (Bila terjadi antrian pada saat mencuci tangan maka mengantri pada tempat antrian yang telah diberi tanda)
  7. Menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan orang lain sekitarnya minimal 1,5 meter (termasuk tidak bersalaman / berjabat tangan yang saling menyentuh anggota tubuh)
  8. Berjalan masuk melalui jalur masuk (warna hijau) dan gang yang terdapat tanda panah berwarna hijau
  9. Tidak memegang benda-benda yang juga digunakan orang lain misalnya gagang pintu bila terpaksa harus disentuh dengan bagian sikut.

B. Menggunakan kendaraan (mobil/motor)

  1.  Masuk melalui pintu masuk yang telah ditentukan.
  2. Selalu memakai masker dengan benar;
  3. Kendaraan berhenti di depan pos keamanan (Satpam);
  4. Pengemudi dan seluruh penumpang melalui screening awal pengukuran suhu tubuh (bagian kepala) dengan menggunakan Thermo Gun. Bila hasil pengukuran lebih atau sama dengan 37,5 derajat Celcius dan dalam jangka waktu 5 menit pengukuran kedua kali masih sama maka tidak diperbolehkan masuk;
  5. Mencuci tangan dengan dengan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang diberikan oleh petugas;
  6. Kendaraan didisinfektasi dengan penyemprot desinfektan (disinsfection sparayer);
  7. Menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan orang lain sekitarnya minimal 1,5 meter (termasuk tidak bersalaman / berjabat tangan yang saling menyentuh anggota tubuh);
  8. Memarkir kendaraan di tempat yang telah ditentukan;
  9. Berjalan masuk melalui jalur masuk (warna hijau) yang terdapat tanda panah berwarna hijau;
  10. Tidak memegang benda-benda yang juga digunakan orang lain misalnya gagang pintu bila terpaksa harus disentuh dengan bagian sikut;

2. Berada di lingkungan sekolah

  1. Selalu memakai masker dengan benar;
  2. 2. Menjaga jarak minimal 1,5 meter, hindari berkerumun;
  3. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan dibilas air mengalir pada tempat cuci tangan yang telah disediakan. Jika tidak ada tempat mencuci tangan, tangan bisa dibersihkan dengan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol, terutama apabila telah menyentuh benda-benda yang dipegang banyak orang.
  4. Tidak menempati tempat yang telah diberi tanda untuk tidak ditempati (tanda silang);
  5. Menjaga jarak tempat kerja minimal 1,5 meter;
  6. Tidak berbagi makanan dan minuman termasuk peralatan makan dan minum ataupun benda lainnya;
  7. Bila merasakan sakit dengan gejala demam batuk/pilek sakit tengorokan,sesak napas untuk segera mengisolasi diri di rumah;
  8. Selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
  9. Berpindah dari satu ruang ke ruang lain mengikuti jalur yang telah ditentukan dengan tanda.
  10. Selalu menjaga lingkungan tempat kerjanya dalam keadaan bersih dan rapih, membuang sampah pada tempat sampah (memisahkan sampah plastik dan non plastik) dan meletakkan alat makan dan minum setelah digunakan di wastafel dapur tempat cuci piring.
  11. Bila berada dalam ruangan bersama orang lain, agar menbuat/mengatur ventilasi dengan cara membuka jendela dan pintu agar udara segar mengalir. Hindari berada di ruang tertutup.
  12. Bila makan (terpsksa harus membuka masker) agar tidak berhadapan satu dengsn yang lainnya.

3. Meninggalkan lingkungan sekolah

  1. Menjaga jarak minimal 1,5 meter (hindari berkerumum);
  2. Melalui jalur keluar yang telah ditentukan (tanda panah warna merah).

B. Toko dan Kantin di Lingkungan Sekolah

  1. Selalu memakai masker dengan benar pada saat melayani;
  2. Menghimbau agar pelanggan menggunakan masker;
  3. Menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun untuk mencuci tangan;
  4. Menghimbau pelanggan untuk mencuci tangan sebelum masuk toko/kantin;
  5. Menjaga jarak fisik (physical distancing) pada saat antri ;
  6. Membersihkan tempat dan lingkungan toko/kantin dengan desinfektan minimal 1 kali dalam sehari.
  7. Segera meninggalkan toko/kantin apabila telah selesai bertransaksi;
  8. Khusus untuk kantin :
    1. Menyediakan makanan dan minuman yang sehat dan bergizi;
    2. Makanan atau minuman tidak diperbolehkan dimakan/diminum di kantin dan hanya boleh dibungkus untuk dibawa (take away)

C. Masjid Sekolah

  1. Bagi Pengurus DKM :
    1. Tidak menggelar alas karpet/permadani untuk alas shalat;
    2. Tidak menyediakan fasilitas penitipan sendal dan sepatu di lingkungan masjid;
    3. Wajib ada proses pembersihan dengan cairan disinfektan;
    4. Ada pengukuran suhu tubuh (bagian kepala) dengan menggunakan Thermo Gun/Thermal Scanner sebelum memasuki masjid. Bila hasil pengukuran lebih atau sama dengan 37,5o Celcius dan dalam jangka waktu 5 menit pengukuran kedua kali masih sama maka tidak diperbolehkan masuk ke masjid;
    5. Menyediakan tempat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun kalau tidak ada menggunakan hand sanitizer.
    6. Hanya membuka masjid untuk kegiatan shalat.
  2. Bagi Jamaah :
    1. Memakai masker dengan benar;
    2. Membawa peralatan shalat sendiri;
    3. Membawa tas untuk membawa alas kaki untuk disimpan sendiri;
    4. Menghindari kontak fisik seperti bersalaman, berkerumun
    5. Setelah beribadah segera meninggalkan masjid;
    6. Jamaah maksimal 50% kapasitas masjid;
    7. Memberi jarak masing-masing 1 meter antar jamaah;

D. Perpustakaan

  1. Semua pengunjung dan petugas harus mencuci tangan menggunakan air dan sabun yang sudah tersedia
  2. Semua pengunjung dan petugas akan dilakukan pengecekan suhu di pintu masuk, apabila suhu melebihi 37.5 derajat celcius maka tidak diperkenankan masuk ke perpustakaan
  3. Semua pengunjung dan petugas wajib menggunakan masker, dan membawa masker cadangan minimal 1 buah.
  4. Semua pengunjung dan petugas wajib membawa hand sanitizer
  5. Semua pengunjung dan petugas wajib menjaga jarak aman dan memastikan tidak berkumpul atau berkerumun dalam beraktifitas di dalam perpustakaan
  6. Semua pengunjung dan petugas membawa alat pribadi seperti tempat makan dan minum, hand sanitizer, tissue kering/basah, sabun cair, masker cadangan, alat ibadah, dan alat lain yang diperlukan.
  7. Pengunjung dan petugas perpustakaan dibatasi maksimal 50% dari total kapasitas gedung perpustakaan.
  8. Pengunjung diharapkan melakukan perjanjian terlebih dahulu sebelum datang ke perpustakaan.
  9. Pengunjung dan petugas perpustakaan masuk dan keluar gedung melalui pintu/jalur yang berbeda (terpisah)
  10. Di setiap pintu masuk ke ruangan perpustakaan harus disediakan hand sanitizer
  11. Petugas layanan counter pengguna atau berhubungan langsung dengan pengguna wajib menggunakan faceshield.
  12. Semua pengunjung dan petugas wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh perpustakaan, sekolah maupun pemerintah.
  13. Perpustakaan didesinfektasi sehari 1 kali oleh petugas perpustakaan.

E. Kegiatan Belajar Mengajar

  1. Persiapan kegiatan belajar mengajar
  • Satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik
  •  Masuk sekolah dibagi dalam dua waktu, yakni shift pagi dan shift siang.
  • Lama belajar di sekolah dikurangi dari waktu seharusnya, selebihnya waktu digunakan untuk belajar di rumah
  • Sekolah juga menyediakan hand sanitizer dan disinfektan
  • Tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas (satu kelas satu cuci tangan)
  • Semua warga harus menggunakan masker
  • Sekolah harus menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik
  • Setiap peserta didik juga dianjurkan membawa makanan dan minuman dari rumah
  • Setiap warga sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan
  1. Pra pembelajaran
  • Guru harus hadir di sekolah 15 menit sebelum masuk kelas
  • Peserta didik hadir maksimal 5 menit sebelum jam masuk belajar
  • Semua warga sekolah wajib menjaga jarak minimal 1 meter setiap saat
  • Guru yang melakukan pengecekan suhu ke tiap muridnya yang hendak masuk ke kelas
  • Sebelum masuk ruangan kelas, guru menyambut kedatangan peserta didik di pintu gerbang
  • Memberikan hand sanitizer sebelum masuk ke kelas
  • Salam di lingkungan sekolah dilakukan tanpa bersentuhan
  • Duduk antar murid berjarak 1,5 meter
  1. Proses belajar mengajar
  • Guru harus membawa peserta didik dalam kegiatan atau permainan yang meyenangkan (memperhatikan physical distanting) untuk mengembalikan suasana dan motivasi peserta didik
  • Pembelajaran selama new normal ini nantinya harus diselingi ice breaking agar tidak jenuh
  • Buka atau menutup pintu harus dilakukan guru
  • Selama proses pembelajaran itu, guru yang harus memastikan aktivitas peserta didik aman, terkendali, dan jaga jarak
  • Istirahat akan dilakukan di dalam kelas
  • Sekolah melakukan penyemprotan disinfektan setelah KBM selesai
  • Guru yang mengikuti peserta didik ke luar hingga dijemput orangtuanya dan memastikan kepada orangtua jika peserta didik tersebut sampai di rumah

Selain itu, ada pula sejumlah hal yang harus dipersiapkan sekolah menjelang kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah dengan kondisi new normal.

1. Screening kesehatan bagi guru dan karyawan

  • Membentuk satuan gugus tugas (Satgas) penanganan Covid di sekolah
  • Menyusun tata cara masuk sekolah, masuk kelas, di area terbuka, di kantin
  • Melakukan sosialiasi standar operasional menghadapi adaptasi tatanan hidup baru kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orangtua peserta didik
  • Menyiapkan infrastruktur sarana sekolah menghadapi adaptasi tatanan baru dalam pembelajaran 2020/2021
  • Guru dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru-paru, pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh menurun tidak disarankan untuk mengajar. Golongan tersebut diperbolehkan WFH dengan ada surat dokter

2. Screening zonasi tempat tinggal

Melakukan Identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan di lokasi sekolah dekat tempat tinggal

3. Tes Covid-19

  • Dengan metode rapid test hingga PCR sesuai standar who. Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya maka dapat dilakukan dengan opsi pooling test dengan jumlah kurang dari 30
  • Guru dan karyawan yang telah test Covid-19 diberi tanda telah lolos screening

4. Langkah Kegiatan Belajar Mengajar

  • Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar, dilakukan sosialisasi virtual adaptasi tatanan hidup baru ke orangtua, siswa, guru, dan staf sekolah
  • Kegiatan belajar mengajar waktunya diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dengan dikurangi durasi sekolah
  • Wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orangtua siswa secara virtual sebagai skrinning awal
  • Siswa atau orangtuanya yang sakit diberikan keringanan tetap belajar dari rumah hingga dokter menentukan sehat
  • Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1 meter
  • Bila memungkinkan pakai pembatas plastik
  • Guru diupayakan tidak berpindah kelas
  • Screening harian sebelum masuk sekolah untuk penghuni sekolah. Jika suhu di atas 37,5 derajat Celcius dan tanda-tanda Covid-19 jangan ke sekolah. Difasilitas puskesmas atau rumah sakit terdekat
  • Komite sekolah agar berpartisipasi melakukan koordinasi dengan orangtua membimbing, memperhatikan, mendampingi proses kegiatan belajar mengajar

5. Antar jemput murid

  • Pengantar dan penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah
  • Dilarang menunggu jemputan berkerumun. Hanya berhenti lalu menjemput
  • Selama menunggu jemputan, peserta didik di area sekolah

6. Screening fisik

  • Memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun, minimal di lokasi dimana warga sekolah masuk keluar di lingkungan sekolah
  • Di pintu masuk sekolah, petugas memastikan warga sekolah menggunakan masker dengan suhu normal
  1. Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan Covid -19
  • Tidak saling bersentuhan dan tidak bersalaman
  • Membiasakan mencuci tangan
  • Penyediaan wastafel dan hand sanitizer di beberapa titik di sekolah
  • Tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah
  1. Pemasangan informasi pencegahan Covid-19 : Menetapkan materi informasi, komunikasi dan edukasi terkait pencegahan penyebaran covid-19 di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh seluruh warga satuan pendidikan dalam bentuk pamflet atau spanduk
  2. Guru karyawan atau siswa yang pulang berpergian ke luar kota dan luar negeri diberi waktu WFH atau belajar dari rumah selama 14 hari
  3. Penutupan fasilitas pendukung aktifitas sekolah
  4. Tutup tempat bermain atau tempat berkumpul dan kantin
  5. Rutin semprot disinfektan
  6. Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan menyemprotkan disinfektan setiap hari
  7. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah
  8. Sekolah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala mengikuti jadwal dari Puskesmas.
  9. Jadwal dan jam pelajaran KBM untuk menjaga physical distancing
  • Setiap kelas maksimal 18 siswa
  • Jumlah jam mata pelajaran di bagi dua sesuai jumlah jam berdasarkan aturan kurikulum yang berlaku
  • Durasi tiap mata pelajaran 25 menit

F. Sangsi ketidakpatuhan terhadap protokol penanganan dan pencegahan penularan Covid-19, berupa :

  1. Tidak diizinkan masuk atau diminta meninggalkan lingkungan SMKN 2 Cikarang Barat
  2. Peringatan berupa teguran lisan, teguran tertulis dan akan dicatat dalam berita acara pelanggaran protokol covid-19
  3. Dilaporkan kepada pihak yang berwenang, yaitu satgas penanganan dan pencegahan penularan covid-19 tingkat yang lebih atas.